Equestrian Senin, 16 Februari 2026

Nara Eclipse Juara Jateng Derby, Aquinsa Aurora Kuasai Kelas Khusus Kuda KPI

Nara Eclipse

Seri pembuka kejuaraan berkuda pacuan musim kompetisi tahun 2026 berlangsung di Arena Pacuan Kuda Tegalwaton Salatiga, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah pada 15 Februari 2026. Kejuaraan bertajuk Jateng Derby 2026 tersebut diikuti oleh setidaknya 212 ekor kuda yang berlomba dalam 18 kelas pertandingan.

Selain menjadi event pembuka di musim kompetisi tahun 2026, event yang mengkolaborasikan kegiatan olahraga berkuda pacuan dengan sisi entertainment bersama salah satu grup musik dan penyanyi terkenal asal Yogyakarta tersebut juga disambut antusiasme para pelaku dan pecinta olahraga berkuda pacuan yang tumpah ruah memadati Arena Pacuan Kuda Tegalwaton. Jalannya pertandingan juga dapat disaksikan secara daring melalui layanan Live Streaming yang disediakan olah panitia penyelenggara.

“Alhamdulillah kejuaraan berjalan lancar, dan bila ditinjau dari jumlah peserta ini adalah kejuaraan Indonesia’s Horses Racing dengan jumlah peserta terbanyak serta menjadi catatan rekor tersendiri dalam sejarah penyelenggaraan kejuaraan berkuda pacuan,” ujar Danang Eko Yulianto, Sekretaris Komisi Pacuan PP PORDASI.

Dari hasil kejuaraan khususnya di beberapa kelas perlombaan bergengsi, pertandingan berjalan sangat ketat yang diwarnai dengan aksi susul menyusul dari para peserta. Ketatnya persaingan juga membuat hasil pertandingan menjadi sulit diprediksi sejak awal, bahkan dibeberapa kelas pertandingan, Dewan Steward harus mengambil keputusan penentuan pemenang dari hasil foto finish.

KELAS 2 TAHUN PERDANA KPI 1.000 M

Podium kelas 2 tahun perdana KPI - 1.000 m

Meskipun hanya diikuti oleh 3 ekor kuda, Kelas 2 Tahun Perdana KPI 1.000 m cukup menjadi sorotan, mengingat kelas-kelas pertandingan khusus kuda KPI akan menjadi perhatian khusus dari Komisi Pacuan kedepannya. Adapun ketiga ekor kuda yang bertanding diprediksi akan meramaikan kelas pertandingan Derby KPI di musim kompetisi tahun 2027 mendatang.

Pada pertandingan tersebut, kuda Aquinsa Aurora dan joki Fajar Anggun (Indah Stable/Jawa Timur) langsung melesat meninggalkan lawan-lawannya dan tak tersentuh hingga ke garis finish dan meraih gelar juara pertama, sementara kuda Anisseh T.A bersama joki Yanni Rondonuwu (Tombo Ati Stable/Jawa Tengah) yang sempat menempel selepas start harus puas menghuni peringkat kedua disusul kuda Griselda dan joki Hani Moniaga (Ar Raffi Stable/Jawa Tengah) di peringkat ketiga.

KELAS 3 TAHUN DERBY DIVISI II 1.400 M

Kuda Whoosh Agis dan joki Kenny F Ngion (Perintis Stable/Jawa Timur) tampil perkasa dengan mendominasi jalannya pertandingan di kelas 3 Tahun Derby Divisi II 1.400 m. Melesat sejak pintu gate start dibuka, Whoosh Agis berhasil meninggalkan lawan-lawannya dengan jarak yang cukup jauh. Juara kedua di kelas tersebut diduduki oleh kuda Putra Asia dan joki Agus Setiono (Asia Baru Stable/Sumatera Barat) disusul kuda Agam Senator dan joki Angel Manarisip (Bullion 99 Stable/DIY) di peringkat ketiga dari total 10 peserta.

KELAS 3 TAHUN DERBY DIVISI I 1.600 M

Podium kelas 3 tahun derby divisi I - 1.600 m

Pertandingan seru terjadi di kelas 3 Tahun Derby Divisi I 1.600 m yang menjadi kelas paling bergengsi dengan total hadiah sebesar 100 juta rupiah, lepas start dua kuda King Halim Stable yakni Aurora of KHalim dan Maxi of KHalim tampil cukup meyakinkan di jarak-jarak awal, setengah perjalanan, kuda Nara Eclipse dan joki Meikel Soleran (Eclipse Stable/Jawa Tengah) berhasil menerobos ke posisi terdepan dan mengambil alih pimpinan lomba hingga ke garis finish sekaligus memastikan raihan gelar juara.

Perjuangan Duo King Halim Stable menuju tangga podium  juga harus berhenti di tikungan akhir ketika kuda Sir Orbit dan joki Trully Pantow (Emeral Stable/Sumatera Barat) dan kuda Putra Borneo bersama joki Risky Rorimpandey (BHM Stable/Kalimantan Selatan) berhasil melewatinya dan finish di peringkat dua dan tiga dari total 12 starter.

KELAS TERBUKA 2.000 M

Persaingan keras dan seru lainnya juga hadir di kelas Terbuka 2.000 m yang mempertemukan kuda-kuda tangguh dengan sederet catatan prestasi dan sekaligus menjadi kelas pertandingan pamungkas dalam kejuaraan tersebut. Kuda Triple SS sempat mendominasi jalannya pertandingan sebelum berhasil diambil alih posisinya oleh kuda Naga Sembilan dan joki Achmad Saefudin (Red Stone Stable/DK Jakarta) yang juga dibayang-bayangi ketat oleh kuda Dewa United.

Jelang jarak-jarak akhir, perlawanan dan penetrasi berhasil dilakukan oleh kuda Romantic Spartan dan joki Trully Pantow (San Marino Stable/ Sumatera Barat) dan kuda Queen Devona bersama joki Jemmy Runtu (King Halim Stable/Jawa Barat). Hasil akhir, Sang Maestro Naga Sembilan meraih gelar juara disusul Romantic Spartan dan Queen Devona di peringkat dua dan tiga dari total 10 peserta.

“Insya Allah untuk pertandingan kelas khusus kuda-kuda KPI akan terus digalakan kedepannya, dan untuk kejuaraan berikutnya adalah Triple Crown Seri 1 dan Pertiwi Cup yang akan diselenggarakan di Lapangan Kuda Pacu Sultan Agung Bantul, Yogyakarta pada 4 April 2026 mendatang,” tutup Danang Eko Yulianto.

Bagikan